-->

Do'a Sumber Kekuatan

Posted by Ponda Samarkandi Minggu, 28 April 2013 0 komentar


Di dalam menjalani kehidupan yang kompleks ini seringkali kita didera berbagai macam kesulitan. Dalam keadaan yang rentan ini hanya Allahlah yang dapat memberikan pertolongan. Kebanyakan orang ketika mendapatkan kesulitan mereka tenggelam dalam kesedihan yang mendalam, menjadi murung, gelisah tak ada arah, pikiran menjadi kacau, sehingga dapat memunculkan perbuatan yang dilarang oleh syariat. Tidak jarang orang bisa menghalalkan segala cara bahkan ada yang keluar dari agama islam hanya untuk keluar dari himpitan kesulitan tersebut, padahal kesulitan merupakan sarana untuk dapat menguatkan hati, menghapuskan dosa, menghancurkan sifat ujub dan mengubur dalam-dalam kesombongan. Kesulitan hidup juga dapat meluluhkan kelalaian, menyalakan lentera zikir, menjaga hati dengan bersabar. Kesulitan juga merupakan pelajaran terhadap kelalaian yang telah diperbuat, menjadikan kita taat beribadah, dan dapat membuat kita meminta pertolongan serta jalan keluar dari kesulitan yang mendera kehidupan kita.
Dalam menghadapi persoalan kehidupan tersebut adalah sangat wajar bagi kita sebagai hamba yang tidak memiliki kekuatan, berdo’a dan meminta kepada-Nya, baik ketika kita dalam keadaan lapang maupun sempit, dan baik dalam keadaan mudah maupun sulit. Kita harus menumpahkan segala persoalan keharibaan-Nya dan selalu bertawasul kepada-Nya, meski dalam keadaan apapun. Kita harus duduk bersimpuh di depan pintu gerbang-Nya dan kemudian, tunggulah! Karena pada saatnya nanti akan datang pertolongan, bantuan dan kemudahan yang bersumber dari rahmat-Nya. Atau siapakah yang memperkenankan do’a orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya. (QS. An-Naml [27]: 62).
Do’a kepada Tuhan merupakan wujud lain dari ibadah dan bukti ketaatan besar yang akan mendatangkan sesuatu yang lebih dari apa yang kita minta. Maka dari itu, seorang hamba yang benar-benar mengetahui hakikat berdo’a kepada Allah, niscaya ia tidak akan pernah resah, gundah dan kacau pikirannya. Ia yakin bahwa semua rahmat akan terputus kecuali rahmat-Nya, dia mengabulkan do’a setiap orang yang berada dalam kesulitan dan dia memerintahkan kepada kita agar senantiasa berdoa meminta kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang artinya:
Dan apabila hamba-hambaku bertanya tentang Aku, maka (jawablah) aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2]: 186).
Jarang sekali orang memahami bahwa do’a itu merupakan sumber kekuatan dengan mengumpulkan seluruh keyakinan yang ada pada sanubari untuk kemudian mengarahkannya kepada suatu maksud yang kita inginkan. Ketika semua jalan terasa buntu, pandangan ke masa depan bagaikan hitam tanpa adanya harapan dan hidup didera oleh berbagai persoalan hidup yang begitu kompleks, maka sebagai seorang hamba bersegeralah mengadukan berbagai macam persoalan teresbut kepada-Nya, karena hanya Allah yang mampu memberikan jalan keluar terhadap persoalan hidup yang menimpa kita, mengubah apa yang telah ditetapkannya dan ia tidak akan pernah mengingkari janji-Nya. Sikap ini tumbuh disebabkan keyakinan yang mendalam terhadap Allah, bahwa Allah tidak mungkin mengingkari janji-Nya. Dia yakin apabila berdo’a akan dikabulkan selama dirinya menghindarkan segala dosa, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidaklah yang menolak ketentuan Tuhan kecuali do’a, tidaklah yang menambah umur kecuali berbuat kebajikan, dan seorang laki-laki akan diharamkan baginya rizqi karena dosa yang diperolehnya. (HR. Tarmidzi dan Ibnu Hibban).
Do’a bukan hanya sekedar ungkapan perasaan hati, tetapi do’a merupakan sikap rendah hati seseorang ketika berhadapan dengan sang Pencipta. Orang yang tidak mau berdo’a adalah orang yang takabbur, menunjukkan arogansi yang cenderung menjadi seoarang yang dimurkai oleh Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, murkalah Allah kepadanya.” (HR. At-Tarmidzi). Maka dengan berdo’a itu seorang hamba yang mencintai kekasihnya bukan sekedar mengharapkan rahmat Allah, tetapi sekaligus memasuki nuansa audiensi dengan Allah, sehingga dia mendapatkan kekuatan batin yang dahsyat dan menjadikannya sebagai senjata kehidupan serta percaya diri yang mantap.
Kepercayaan dan keyakinan kepada Allah akan menghapuskan rasa ketergantungan kita kepada manusia dan tanpa disadari kehadiran kita di tengah-tengah pergaulan menyebabkan kesejukan bagi orang lain dan memiliki wibawa yang tinggi. Hal ini disebabkan do’a yang telah memberikan kekuatan kepada kita, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Do’a itu adalah senjata orang yang beriman, tiang agama, dan cahaya dari semua langit dan bumi’” (HR. Al-Hakim).
Tak ada keraguan pada hati kita bahwa cepat atau lambat Allah akan mengabulkan do’a tersebut. Kita tidaklah menyalahkan orang lain, apalagi mengurangi rasa cinta kepada-Nya apabila do’a belum terkabul, karena kita harus yakin bahwa dibalik semua itu ada rahasia yang hanya diketahui oleh Allah. Bisa jadi do’a kita ditunda, karena apabila disegerakan malahan akan mengakibatkan kemudharatan bagi kita atau do’a kita dikabulkan Allah di akhirat kelak agar menjadikan kemuliaan bagi kita karena kasih sayang Allah terhadap hambanya. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang muslim menengadahkan wajahnya (memohon) kepada Allah sesuatu permohonan, melainkan akan dikabulkannya permohonan tersebut. dicepatkan-Nya memberikan atau disimpan-Nya untuk lain waktu.” (HR. Imam Ahmad dan Al-Hakim).
Betapa besarnya penghargaan yang diberikan Allah kepada hambanya yang senantiasa berdo’a, sehingga wajahnya seakan berbinar memancarkan cahaya kebahagiaan, setiap hamba mendatangi mihrab ilahi dan beraudiensi dengan Allah melalui do’a. Do’a juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, ketika kita mendapatkan kesulitan hanya Allah yang bisa menolong dan memberikan jalan keluar. Maha suci Allah dengan segala kasih sayang dan rahmat-Nya.
Ketika musibah serta kesulitan hidup datang silih berganti menimpa kita, pandangan ke masa depan bagaikan hitam tanpa adanya harapan, jalan keluar dari masalah tersebut belum juga ditemukan, maka bersegeralah duduk bersimpuh di depan pintu gerbang-Nya, berdo’a dan mohonlah pertolongan serta jalan keluar pada-Nya, karena hanya dengan berdo’a kita dapat keluar dari kesulitan-kesulitan yang menimpa kita. Do’a bukanlah sekedar ungkapan perasaan hati saja, tetapi do’a merupakan sikap rendah hati seseorang kepada sang Pencipta. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang do’anya dikabulkan oleh Allah SWT. Amin ya rabbal ‘alamin…  
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Do'a Sumber Kekuatan
Ditulis oleh Ponda Samarkandi
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://ponda-samarkand.blogspot.com/2013/01/doa-sumber-kekuatan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
0 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dengan syarat di bawah ini akan dihapus, Demi kenyamanan kita bersama :

1. Menggunakan bahasa tidak beretika (Sara, Pornografi, Menyinggung)
2. Komentar menautkan link secara langsung
3. Komentar tidak berkaitan dengan artikel
4. Komentar Scam (Promosi Link)

Original design by Bamz | Copyright of Coretan Mahasiswa Kampung.

Mengenai Saya

Foto Saya
Saya seorang mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Jurusan Dakwah STAIN Palangka Raya. Saya bukan seorang penulis, tapi saya berusaha menjadi seorang penulis. Kata-kata motivasi saya:  "Kalau anda bukan anak raja, atau anak orang kaya, maka jadi lah penulis".

Pengikut

Recent Comment