-->

Karya Ku

Posted by Unknown Selasa, 30 April 2013 0 komentar
Hai sobat, di bawah ini adalah tulisan-tulisan saya yang pernah dimuat di media Surat Kabar Harian Megapos Kota Palangka Raya....


Baca Selengkapnya ....

Kriteria Umum Artikel KOMPAS

Posted by Unknown Kamis, 25 April 2013 0 komentar


Hai sobat semua, kali ini saya akan berbagi tentang kriteria tulisan Artikel di Surat Kabar Harian KOMPAS. Tentunya ada tata cara atau aturan dalam sistematika penulisan yang menjadi landasan seseorang dalam menulis, begitu halnya KOMPAS memberikan 10 kriteria untuk Artikel agar bisa dimuat di KOMPAS. Adapun kriteria umum artikel KOMPAS adalah sebagai berikut:

Baca Selengkapnya ....

Tajuk Rencana (Pengertian, Kode Etik, dan Bentuk)

Posted by Unknown Minggu, 21 April 2013 2 komentar


A.    Pengertian Tajuk Rencana
1.      Secara harafiah tajuk rencana/editorial diartikan sebagai karangan utama di dalam suratkabar dan majalah (Moeliono, 1990: 886)
2.      Sebuah karangan dalam majalah atau suratkabar yang mengomentari masalah aktual atau yang menyajikan kebijaksanaan suatu pemberitaan (Webster’s World University Dictionary)
3.      Karangan atau komentar pada majalah, suratkabar, radio atau televisi yang isinya menyatakan opini redaksi, penerbit atau manajemennya (Landau, 1975: 225)
4.      Reflects the reputation and integrity of the publication, as well as the will of the corporation (Teel dan Taylor, 1985: 30)
5.      A short essay stepped in the sense of timeliness (Frazer Bond, 1961: 213)

Baca Selengkapnya ....

MEMBUT JUDUL BERITA

Posted by Unknown Kamis, 04 April 2013 0 komentar
Judul adalah identitas berita. Tanpa judul, berita sehebat apa pun tidak ada artinya. Judul berita sangat mendasar dilihat dari dua kepentingan. Pertama, bagi berita itu sendiri. Tanpa judul, ia adalah sesuatu yang anonym, abstrak, tak dikenal, sehingga tak akan bicara apa-apa. Ia tak mampu member pesan, padahal inti dari komunikasi adalah pesan. Kedua, bagi khalayak pembaca. Judul adalah pemicu daya tarik pertama bagi pembaca untuk membaca suatu berita atau justru segera melewati dan melupakannya. Judul berita merupakan komponen penting yang tak bisa kita tinggalkan.

Syarat-syarat judul berita yang baik:

1.    Provokatif, yakni judul yang kita buat harus bisa menarik minat dan antusias khalayak untuk membaca berita tersebut.
2.    Singkat/Padat, judul berita harus singkat dan padat. Kita lihat contoh judul berita di atas HMPS KPI PERTANYAKAN KINERJA JURUSAN DAKWAH. Judul teresbut mengandung unsur singkat dan padat.
3.    Relevan, yakni judul berita harus relevan dengan teras berita (lead berita). Judul berita yang baik adalah diambil dari teras berita.
4.    Fungsional, yakni judul berita harus mandiri, tidak bergantung pada kata yang lain serta memiliki arti yang tegas dan jelas.
5.    Formal, yakni judul berita harus menukik langsung kepada pokok permasalahan sekaligus menghindari basa-basi dan eufimisme yang tidak perlu. Judul tidak dibuat ambigu apalagi sampai mendua.
6.    Representatif, yakni judul berita harus mewakili dan mencerminkan isi dari teras berita.
7.    Merujuk pada bahasa baku, yakni judul berita harus sesuai dengan gramatikal bahasa Indonesia yang baik atau sesuai dengan EYD yang telah disempurnakan.
8.    Spesifik, yakni judul berita harus menggunakan kata-kata khusus bukan kata umum. Misalkan judul berita di atas, saya menggunakan kata HMPS KPI dan Jurusan Dakwah, kata tersebut merupakan kata khusus karena menunjuk pada salah satu prodi di Jurusan Dakwah. Kata yang bersifat umum dapat saya contohkan seperti ini, HMPS PERTANYAKAN KINERJA JURUSAN. Judul seperti ini sifatnya umum, orang akan bertanya-tanya, HMPS mana dan Jurusan mana yang sedang kita tulis.

Baca Selengkapnya ....

JURNALISME POLITIK

Posted by Unknown Jumat, 08 Februari 2013 0 komentar
JURNALISME POLITIK  
KEBERPIHAKAN MEDIA DALAM PILKADA 
A.    Latar Belakang
Dewasa ini manusia sangat membutuhkan yang namanya informasi, baik itu melalui media cetak maupun media elektronik. Dengan informasi orang dapat mengetahui sesuatu yang belum mereka ketahui, oleh karena itu tidak salah jika dikatakan bahwa siapa yang menguasai informasi, maka ia akan menguasai dunia. Banyak media yang menyajikan bertia dan peristiwa yang memang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Dengan banyaknya media yang bermunculan tersebut maka masyarakat lebih selektif dalam memilih media mana yang akan mereka konsumsi.
Media dalam kehidupan politik di alam modern memiliki posisi dan peranan yang sangat vital. Media bukan saja sebagai informasi politik, melainkan juga kerap menjadi faktor pendorong terjadinya perubahan politik. Realitas demikian tampak jelas ketika terjadi pemilihan kepala daerah. Salah satu berita yang diliput untuk diberitakan adalah mengenai berita yang berhubungan dengan kegiatan kampanye calon Kepala Daerah yang maju sebagai kandidat. Hal tersebut dilihat dari banyaknya informasi yang diberitakan pada berbagai media massa (televsi, radio, internet, dan surat kabar). Ada banyak peristiwa politik yang cukup menarik perhatian masyarakat, dan cara untuk mengetahui peristiwa-peristiwa adalah dari media massa itu sendiri. [1]
Media massa memiliki kekuatan untuk membentuk budaya dan wacana politik. Sebagai salah satu pilar penting dalam demokrasi, strategi pemberitaan media massa ikut menentukan proses kampanye sebagai kekuatan politik untuk merebut hati rakyat.
Pada prinsipnya, sebuah media dalam melakukan kegiatan jurnalistiknya dituntut untuk bersikap fair dan akurat. Suatu kewajiban moral bagi para penanggung jawab media di berbagai wilayah untuk menjadikan netralitas, sikap independen terhadap kontestan politik, sebagai suatu keutamaan yang harus terus diperjuangkan. Pengutamaan salah satu kandidat politik – apa pun dasarnya (kesamaan suku, agama, ras, tingkat ekonomi, dan lain-lain)-daripada yang lain adalalah mengingkari tugas dasar media untuk tampil sebagai pewarta informasi yang tak memihak siapapun. Dengan kata lain, media massa harus bersifat objektif, bukan subjektif.
Sekali tugas ini dilanggar, dan media jatuh dalam favoritisme terhadap salah satu kandidat, media itu telah mudah dituding sebagai pengikut salah satu kandidat dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat atas liputan-liputannya. Dengan kata lain, pers justru ikut dalam proses membodohi masyarakat dengan keberpihakannya tersebut. Oleh karena itu, pada umumnya surat kabar sangat berperan dalam pelaksanaan politik, dan pada khususnya kandidat calon-calon untuk pemilihan Kepala Daerah itu sendiri.

Baca Selengkapnya ....

DAKWAH MELALUI MEDIA CETAK

Posted by Unknown Selasa, 05 Februari 2013 2 komentar


 
Islam merupakan agama dakwah, artinya agama yang selalu mendorong umatnya untuk berbuat kebaikan dan mengajak orang lain agar menjadi insan yang baik. Implikasi dari pernyataan tersebut mewajibkan bagi setiap umat Islam untuk melakukan aktivitas dakwah. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali-Imran ayat 104:
Artinya: “Hendaklah diantara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung”.
Ayat di atas merupakan gambaran tentang dasar hukum bagi pelaksanaan penyampaian dakwah. Hukum berdakwah adalah wajib bagi sebagian orang yang memang memiliki pengetahuan dan pemahaman dalam masalah agama.

Baca Selengkapnya ....

KIAT-KIAT MENULIS CERPEN

Posted by Unknown Minggu, 03 Februari 2013 0 komentar

Kali ini saya akan membuat tentang bagaimana kiat-kiat dalam membuat sebuah cerpen (cerita pendek). Membuat cerpen kita harus membuat langkah-langkah yang jitu, agar cerpen kita terlihat bagus dan jelas. Adapun langkah-langkahnya:
  1. Membuat Tema: membuat tema sangatlah penting dalam penulisan sebuah cerpen. Tema harus menarik, jelas, dan mengandung sesuatu yang ingin disampaikan. Dengan adanya tema, penulis bisa memulai menulis.
  2. Menentukan Tokoh: dalam hal ini tokoh dalam cerita harus ditentukan. Maksimal ada 4 orang. Karena cerpen mengandung cerita yang pendek, maka jangan terlalu banyak tokoh, karena itu akan menyebabkan cerita kita tidak jelas apa yang ingin disampaikan. Dari empat tokoh tersebu, tentukan siapa yang menjadi tokoh utama dalam cerita yang sobat ingin tulis.
  3. Menentukan Tempat: langkah selanjutnya adalah menentukan tempat. Sebaiknya para penulis, menentukan satu tempat yang jelas dalam cerpen yang ingin ditulis. Misalkan, di Kampus, Sekolah atau lainnya. Sehingga cerita yang kita tulis tidak mengambang kemana-mana.
  4. Sederhanakan peristiwa atau kejadian. Karena ini cerita pendek, cukup satu peristiwa penting yang terjadi pada tokoh-tokoh. Jangan melebar kemana-mana, nanti anda menuju ke arah format novel. 
  5. Fokus: Cerita yang baik adalah yang mengikuti alur penokohan yang sempit. Apa tujuan cerita kamu? Tujuannya adalah tema.Jika kamu melebarkan tema, maka gagasan akan menjadi bias, seperti novel gagal berisi gado-gado dengan setumpuk tema tak jelas. Jadi, sempitkan tema dan langsung pada tujuan cerita.
 Itulah beberapa kiat-kiat menulis cerpen yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Amin ya Rabbal 'Alamin.......

Baca Selengkapnya ....

MENGAPA KITA HARUS MENULIS

Posted by Unknown Sabtu, 02 Februari 2013 0 komentar
Menulis merupakan cara kita agar dapat menuangkan pikiran-pikiran kita ke dalam sebuah karya. Dengan menulis kita dapat memberikan pengetahuan dan juga informasi kepada orang banyak. Dewasa ini, menulis juga dapat membantu penyebaran ajaran Islam di muka bumi ini, karena dakwah melalui media cetak untuk saat ini lebih tepat, mengingat kesibukan para mad'u dalam beraktivitas.

Di dalam Islam juga ada perintah agar kita membaca dan menulis. Sebagaimana firman-Nya, "Yang mengajarkan kepada manusia dengan perantara kalam". Kata kalam dalam ayat ini bisa berupa alat tulis, artinya dengan tulisan kita dapat mengajarkan kepada orang lain berbagai macam pengetahuan dan juga informasi yang belum mereka ketahui.

Baca Selengkapnya ....

HAKIKAT SEORANG JURNALIS

Posted by Unknown 0 komentar

Dengan menulis aku ada
Dengan menulis aku hidup
Dengan menulis aku membaca
Dengan menulis aku dibaca
Dengan menulis aku mengetahui
Dengan menulis aku diketahui
Dengan menulis aku mengerti
Dengan menulis aku dimengerti
Dengan menulis aku menghargai
Dengan menulis aku dihargai
Dengan menulis aku dikenal
Dengan menulis aku dicintai

"Kalau kamu bukan anak seorang Raja, bukan Anak seorang Ulama, maka jadilah seorang Penulis/Jurnalis"

"KUASAI MEDIA, KUASAI DUNIA"

Baca Selengkapnya ....

MEMBUAT OUTLINE TULISAN

Posted by Unknown 0 komentar



Tahapan Penulisan
¨  Ada tiga tahap penulisan, yaitu prapenulisan, penulisan, dan revisi
¨  Tahap pra penulisan meliputi: (a) penentuan topik, (b) pembuatan judul, (c) pencarian/pengumpulan informasi dan bahan, (d) penentuan tujuan tulisan, (e) penyusunan kerangka tulisan (outlne)
¨  Tahap penulisan merupakan tahap ekspresi dan pengembangan gagasan. Pada tahap ini hal yang sangat penting untuk diperhatikan ialah bagaimana Anda dapat mengungkapkannya secara efektif, logis/sistematik dan taat pada ketentuan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
¨  Tahap terakhir dalam proses penulisan ialah revisi/editing. Revisi ini pada praktiknya dilakukan juga pada tahap-tahap persiapan dan penulisan
¨  Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam melakukan peninjauan kembali, yaitu mengenai: 
a.       relevansi: apakah seluruh tulisan sejalan dengan tujuan? 
b.      paragraf: apakah sudah memenuhi semua persyaratan 
c.       Pilih kata dan kalimat: apakah cukup baku, komunikatif, informatif, dan tidak menimbulkan salah paham? 
d.      Teknik dan sistematika penulisan: apakah sesuai dengan logika pernyataan maksud? 
e.       Pungtuasi dan ejaan: apakah sesuai dengan  ketentuan dan peraturan yang berlaku

Baca Selengkapnya ....

PENULISAN ARTIKEL ATAU OPINI

Posted by Unknown 0 komentar


PENULISAN ARTIKEL ATAU OPINI DI MEDIA CETAK

Tujuan menulis pada umumnya adalah untuk mengungkapkan fakta atau mengekspresikan perasaan, sikap, dan isi pikiran secara jelas dan efektif kepada pembaca. Sebuah tulisan dikatakan jelas jika mampu mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaan penulisnya Sementara itu, sebuah tulisan dikatakan efektif bila penulisnya mampu membuat pembacanya memfokuskan diri pada pokok pikiran tulisan.

Baca Selengkapnya ....

Mengenal apa itu berita

Posted by Unknown 0 komentar
Etimologi: Berita berasal dr bhs inggris ‘new’ dengan konotasi kepada hal-hal yang baru. Segala hal yang baru merupakan bahan informasi bagi semua orang yang memerlukannya. Dengan kata lain, semua hal yang baru merupakan bahan informasi yang dapat disampaikan kepada orang lain dalam bentuk berita (news).
Pendapat lain ada yang menyebutkan bahwa secara etimologi, berita berasal dari bahasa Belanda
“bericht (en)” yang berarti “mededeling” (pengumuman) yang berakar kata dari “made (delen)” dengan sinonim pada “bekend makeen” (memberitahukan, mengumumkan, membuat terkenal) dan “vartelen” (menceritakan atau memberitahukan). (van Haeringen, 1977: 87 & 559; Wojowasito, 1981: 70, 394, dan 740)
Secara terminologis..
News sbg laporan tentang apa yang terjadi paling mutakhir (sangat-sangat baru) (Hornby, 1961: 278)
News sbg segala sesuatu yang hangat dan menarik perhatian sejumlah pembaca, namun bukan hakiki dari peristiwa itu sendiri (Willard G. Bleyer)

Baca Selengkapnya ....
Original design by Bamz | Copyright of Coretan Mahasiswa Kampung.

Pengikut

Recent Comment