-->

Hikmah Kisah Uang 1000 dan 100.000

Posted by Ponda Samarkandi Rabu, 01 Mei 2013 0 komentar

K
edua uang ini sama sama terbuat dari kertas, dimana sama sama dicetak, dan diedarkan ke masyarakat oleh Bank Indonesia, Akan tetapi nasib mereka berbeda Saat keluar dari Bank Indonesia, mereka berpisah dan berpencar dari masyarakat ke masyarakat. 1 bulan kemudian, mereka bertemu lagi di sebuah dompet seorang gadis cantik.. Pada pertemuan yang tidak disengaja itu,kedua uang tersebut terlibat dalam pembicaraan. Uang 100.000 bertanya pada uang 1000, "Hai, kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan berbau amis!" Uang 1000 menjawab, "Itu Karena dulu waktu kita berpisah, aku langsung jatuh ke tangan tukang becak, tukang sayur dan tukang parkir, Makanya aku jadi selusuh ini.." jelasnya dengan perasaan lesuh, nah kamu sendiri, kok bisa masih terlihat rapi, bersih dan tampak baru..!" "Oh, itu karena begitu kita berpisah, aku langsung jatuh ke tangan wanita cantik, Lalu aku dibawa ke mall Dan Di satuin dengan sesamaku. Dimana pun aku berada, aku selalu di jaga dan bahkan jarang keluar dari dompet." Uang 1000 cuma mangut mangut.

"Tapi pernahkah kamu mampir di sebuah rumah ibadah..!"% Uang 100.000 menggeleng, "Tidak, Aku hanya mampir ke hotel hotel, dan diskotik, Eh, Ngomong ngomong Tempat ibadah itu seperti apa, ya..!" Uang 1000 tersenyum, "Nah, itulah bedanya kita. Walau nilaiku hanya 1000, tapi aku pernah singgah di rumah ibadah. Di setiap hari Jumat atau Minggu, aku singgah di Masjid, Gereja atau Vihara dan Kuil. Memang aku hanya 1000 rupiah, tapi nilaiku tinggi dan aku sangat dekat dengan Tuhan. Bahkan aku selalu bersyukur karena di ciptakan menjadi uang 1000, Namun dengan demikian aku menjadi dekat dengan Tuhan dan orang orang yang juga dekat dengan Tuhannya."
Mendengar itu semua, menangislah Uang 100.000 tersebut, karena selama ini hidupnya hanya memenuhi pundi pundi kemewahan dan bahkan kemaksiatan. Sungguh sangat, Sangat jauh dari Tuhan dan orang orang yang tak ingat akan Tuhannya. Selama ini dia berpikir nilainya begitu tinggi, perkasa dan lebih hebat dari uang 1000. Tapi ternyata derajatnya justru jauh di bawah uang lusuh dan berbau amis itu. Terkadang kita berpikir bahwa kita merasa jauh lebih hebat, lebih pintar, dan lebih tahu segala galanya dari teman yang mungkin ekonominya jauh lebih rendah dari kita sendiri. Namun ternyata, kita ini tidak lebih daripada sebuah jasad yang sudah begitu jauh dari Tuhan.Semoga kita semua bisa terhindar dari semua itu.
Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari cerita di atas, antara lain:
Pertama, Larangan Sombong
Cerita di atas mengajarkan kepada kita bahwa jangan sekali-kali menyombongkan diri kepada sesama, baik itu karena kepintaran, keturunan, kekayaan, kecantikan dan lain sebagainya. Karena bisa saja orang yang kita anggap lebih rendah dibanding kita memiliki derajat yang lebih tinggi dihadapan Allah SWT, bahkan Allah secara tegas mengatakan bahwasanya yang paling mulia di antara kamu adalah orang yang bertaqwa.
Allah tidak pernah membeda-bedakan suatu hamba, melainkan tingkat ketakwaannya. Sekalipun ia orang kaya atau miskin, jelek atau tampan, pintar atau bodoh, hal tersebut bukan sebagai jaminan bahwa ia merupakan orang yang terbaik di mata Allah, tetapi yang terbaik di mata Allah adalah tingkat ketakwaannya.
Allah sangat membenci orang yang sombong, karena yang berhak untuk sombong hanyalah Allah SWT. Sebagaimana firman Allah yang artinya, Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong” (QS.An-Nahl [16]: 23).
Kedua, Bersyukur atas nikmat Allah
Cerita di atas juga mengajarkan kepada kita agar selalu bersyukur terhadap keadaan yang sudah ditetapkan oleh Allah. Karena dengan bersyukur kita dapat menjalani kehidupan ini dengan ridha dan ikhlas. Orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah akan ditambahkan nikmatnya.
Coba kita lihat uang 1.000 yang begitu lusuh tetap bersyukur atas apa yang terjadi pada dirinya. Karena dengan diciptakannya ia sebagai uang 1.000 ia bisa lebih dekat dengan Tuhan-Nya dan menjadikannya memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding uang 100.000. Walaupun nilainya di mata orang rendah, namun di mata Tuhan nilainya lebih tinggi.
Itulah yang harus kita lakukan pada saat kita dalam keadaan susah. Dengan keadaan kita yang susah, kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar mendapatkan derajat yang lebih tinggi di mata Allah. Syukurilah hidup apa adanya, jangan pernah mengeluh akan pemberian Allah tersebut.
Ketiga, Larangan putus asa
Cerita di atas juga mengajarkan kepada kita untuk tidak putus asa dan mengeluh terhadap sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah kepada kita. Jadikanlah sesuatu yang kita anggap beban bagi kita, sebagai kekuatan dalam memperoleh keridhaan Allah.
Lihat uang 1.000 dengan keterbatasan dan kelemahannya ia jadikan sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Hal serupa juga harus kita lakukan sebagai seorang hamba, dengan keterbatasan dan kelemahan kita, hendaknya hal tersebut kita jadikan sebagai tameng atau kekuatan agar kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Itulah di antara beberapa hikmah yang bisa kita petik dari kisah uang 1.000 dan 100.000. Kisah tersebut mengajarkan kepada kita untuk tidak menyombongkan diri kepada orang lain, karena mungkin orang tersebut derajatnya lebih tinggi dari pada kita. Kisah tersebut juga mengajarkan agar kita senantiasa bersykur terhadap nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita, karena orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya oleh Allah. Kemudian hikmah yang terakhir adalah mengajarkan kepada kita untuk selalu kuat dan bisa menerima apa adanya serta jangan pernah mengeluh dengan apa yang telah diberikan Allah kepada kita.
Mudah-mudahan kita termasuk orang yang tidak sombong dan selalu bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita serta mudah-mudahan kita bukan hamba yang mengeluh terhadap apa yang telah menjadi ketetapan-Nya. Dan mudah-mudahan kita bisa menjadi uang 1.000 dalam menerima keadaan hidup yang sudah ditakdirkan oleh Allah. Amin Ya Rabbal ‘Alamin……



TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Hikmah Kisah Uang 1000 dan 100.000
Ditulis oleh Ponda Samarkandi
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://ponda-samarkand.blogspot.com/2013/01/hikmah-kisah-uang-1000-dan-100000.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
0 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dengan syarat di bawah ini akan dihapus, Demi kenyamanan kita bersama :

1. Menggunakan bahasa tidak beretika (Sara, Pornografi, Menyinggung)
2. Komentar menautkan link secara langsung
3. Komentar tidak berkaitan dengan artikel
4. Komentar Scam (Promosi Link)

Original design by Bamz | Copyright of Coretan Mahasiswa Kampung.

Mengenai Saya

Foto Saya
Saya seorang mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Jurusan Dakwah STAIN Palangka Raya. Saya bukan seorang penulis, tapi saya berusaha menjadi seorang penulis. Kata-kata motivasi saya:  "Kalau anda bukan anak raja, atau anak orang kaya, maka jadi lah penulis".

Pengikut

Recent Comment