Mukjizat Ilmu
Kamis, 06 Maret 2014
0
komentar
Oleh: Ponda Samarkandi, S.Kom.I
Ilmu memiliki mukjizat yang
luar biasa, baik untuk orang yang memilikinya dan untuk ilmu itu sendiri. Ilmu
sifatnya abadi, tak akan pernah lenyap sampai hari kiamat. Orang yang memiliki
ilmu pun, akan mendapat kemulian dan derajat yang tinggi baik itu di Dunia
maupun di Akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT: “Hai
orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah
dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah,
niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha
mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.
Al-Mujadillah [58]:11)
Bertepatan dengan momentum Hari
Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang jatuh pada Kamis, 2 Mei 2013 ini, marilah
kita berupaya untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk memperoleh ilmu
pengetahuan, baik ilmu pengetahuan umum maupun ilmu pengetahuan agama, sehingga
tidak ada lagi masyarakat yang hidup dalam kebodohan.
Di dalam kitab Al-Mawa’izhu
Al-‘Ushfuriyyah yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abu Bakar
diceritakan tentang mukjizat ilmu dan orang yang memilikinya. Diceritakan bahwa
Kaum Khawarij pernah mendengar hadis dari Rasulluah yang mengatakan bahwa “Aku
adalah kota ilmu, dan Ali adalah pintunya”. Mendengar hadis tersebut, kaum
Khawarij ingin menguji Ali dengan beberapa pertanyaan, apa Ali memang
benar-benar pintar atau tidak. Kemudian dikumpulkanlah sepuluh golangan dari
kaum Khawarij dan diutuslah para pembesar dari sepuluh golongan tersbut. Setiap
pembesar akan menanyakan satu pertanyaan yang sama. Kalau semua pertanyaan itu
dijawab dengan jawaban yang berbeda, maka Ali memang benar-benar pintar dan alim.
Orang pertama: “Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu
atau Harta? Ali menjawab: “Ilmu lebih utama dari harta”. Apa alasannya,
kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: “Ilmu adalah warisan para Nabi,
sedangkan harta adalah warisan dari Qorun, Fir’aun dan lainnya”. Setelah
mendapat jawabannya orang tersbut pergi.
Orang kedua: “Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu
atau Harta? Ali menjawab: “Ilmu lebih utama dari harta”. Apa
alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali menjawab: “Kalau Ilmu, ia yang
akan menjaga kita, sedangkan harta kita yang menjaganya”. Pulanglah penanya
yang kedua dengan jawaban yang berbeda.
Orang ketiga: “Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau
Harta? Ali menjawab:
“Ilmu lebih utama dari harta”. Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali
menjawab: “Orang yang banyak harta akan mendapat musuh yang banyak,
sedangkan orang yang banyak ilmu, akan mendapat teman yang banyak”.
Orang keempat: “Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau
Harta? Ali menjawab:
“Ilmu lebih utama dari harta”. Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali
menjawab: “Apabila harta digunakan, maka akan berkurang. Tapi kalau ilmu
digunakan dan diamalkan akan bertambah”.
Orang kelima: “Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu
atau Harta? Ali
menjawab: “Ilmu lebih utama dari harta”. Apa alasannya, kata orang khawarij
tersebut. Ali menjawab: “Orang yang memiliki harta akan mendapat panggilan
bakhil, sedangkan orang yang memiliki ilmu akan mendapat panggilan mulia”.
Orang keenam: ““Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau
Harta? Ali menjawab:
“Ilmu lebih utama dari harta”. Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali
menjawab: “Hara dijaga agar tidak diambil pencuri, tetapi ilmu tidak dijaga
dari pencuri”.
Orang ketujuh: “Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau
Harta? Ali menjawab:
“Ilmu lebih utama dari harta”. Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali
menjawab: “Harta akan dipertanggungjawabkan pada hari kiamat, sedangkan ilmu
membawa syafaat pada hari kiamat”.
Orang kedelapan: “Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau
Harta? Ali menjawab:
“Ilmu lebih utama dari harta”. Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali
menjawab: “Harta akan lenyap ketika habis masanya, sedangkan ilmu tidak akan
lenyap”.
Orang kesembilan: “Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau
Harta? Ali menjawab:
“Ilmu lebih utama dari harta”. Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali
menjawab: “Harta membuat keras hati, sedangkan ilmu menerangi hati”.
Orang kesepuluh: “Hai Ali, Apa yang lebih utama, Ilmu atau
Harta? Ali menjawab:
“Ilmu lebih utama dari harta”. Apa alasannya, kata orang khawarij tersebut. Ali
menjawab: “Orang yang memiliki harta menghambakan diri kepada harta, tetapi
orang yang memiliki ilmu adalah orang yang menghambakan diri kepada Allah”.
Berapa pertanyaan pun yang
kalian tanyakan kepadaku kata Ali, akan aku jawab dengan jawaban yang berbeda.
Karena ilmu itu hidup, tidak pernah mati dan selalu berkembang. Akhirnya, para
pembesar Khawarij yang sepuluh orang itu masuk Islam semuanya.
Dari cerita di atas bisa kita
ambil hikmah atau pelajaran yang sangat berharga kepada kita. Cerita di atas
mengajarkan kepada kita agar senantiasa menuntut ilmu sampai kapan pun, karena
ilmu tidak akan pernah mati, ilmu akan selalu hidup dan berkembang terus
menerus. Cerita tersebut juga mengajarkan kepada kita agar senantiasa lebih
mengutamakan ilmu dari pada harta, karena ilmu sifatnya abadi, sedangkan harta
sifatnya hanya sementara dan akan musnah bersamaan dengan lenyapnya zaman.
Untuk itu, marilah kita
senantiasa menuntut ilmu, karena dengan ilmu kita akan memperoleh harta,
jabatan, kekuasaan, dan lain sebagainya. Orang yang berilmu akan mendapat
derajat dan kemuliaan yang tinggi, baik di hadapan manusia maupun di hadapan
Allah SWT nantinya. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang lebih mengutamakan
ilmu daripada harta, menjadikan ilmu sebagai amunisi untuk memberantas
kebodohan, serta menjadikan ilmu sebgai alat untuk mengembangkan ajaran Islam
dan mengembangkan bangsa Indonesia. Amin ya rabbal ‘alamin……
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Mukjizat Ilmu
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://ponda-samarkand.blogspot.com/2013/05/mukjizat-ilmu.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5