-->

Kesalehan Lingkungan

Posted by Ponda Samarkandi Rabu, 10 April 2013 0 komentar


Oleh: Muhbib Abdul Wahab
Bangsa kita termasuk paling sering ditimpa bencana alam. Mulai dari gempa bumi, tsunami, tanah longsor, angin putting beliung, banjir, hingga tanah longsor. Biasanya kita baru bergerak mencari solusi setelah musibah terjadi. Kita belum terbiasa melakukan antisipasi dini dan mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi dengan manajemen bencana yang akuntabel dan transparan.
Sudah banyak kerugian nyawa, harta benda, tenaga, dan dana akibat bencana tersebut. Hal ini memberi kesadaran bagi kita untuk lebih peduli terhadap pentingnya pendidikan dan kesalehan lingkungan. Karena, sebagian besar dari bencana tersebut disebabkan oleh human error, kebijakan dan perilaku manusia yang tidak lagi ramah dan saleh lingkungan. (QS ar-Rum [30]: 41)
Kesalehan lingkungan dapat terwujud apabila pendidikan lingkungan (tarbiyah bi ‘iyyah) dapat dibudayakan. Pendidikan lingkungan didesain untuk memberikan nilai-nilai moral bagaimana berinteraksi dan memperlakukan alam secara baik. Kesadaran ini perlu ditumbuhkembangkan mulai dari keluarga, sekolah, perkantoran, hingga industri.

Ajaran Islam tentang masalah memelihara lingkungan sangat relevan di aktualisasikan. Misalnya, perintah menjaga kebersihan, larangan melakukan perusakan tanaman (hutan), larangan membuang kotoran (sampah) ke dalam sungai atau aliran air, perintah menyingkirkan duri (kotoran), serta larangan membuang air kotor (limbah) pada mata air.
Pendidikan lingkungan di Negeri ini belum menjadi budaya, tetapi baru sekedar wacana. Perang melawan pembalakan liar baru sekedar “ajakan pejabat”, tetapi aparat penegak hukumnya justru berkolusi atau membekingi pengusaha nakal dalam membabat hutan kita.
“Siapa yang menyingkirkan kotoran atau duri yang mengganggu lalu lintas kaum Muslim, maka perbuatannya itu dicatat sebagai kebaikan; dan siapa yang kebaikannya diterima (oleh Allah), maka ia akan masuk surga.” (HR Thabarani)
Rasul SAW juga melarang para sahabatnya untuk tidak mengotori, mencemari, atau membuat polusi pada aliran air. “Hendaklah salah seorang di antara kalian tidak mengencingi air tenag yang mengalir dan menjadi tempat orang mandi.” (HR Ibnu Majah)
Pendidikan lingkungan ini meliputi pentingnya sikap hemat dalam pendayagunaan sumber daya alam seperti air. Suatu ketika Rasul berjalan melalui Sa’ad bin Abi Waqqash yang sedang berwudhu. Rasul berkata, “Hai Sa’ad, janganlah engkau bersikap boros (berlebih-lebihan) dalam menggunakan air.” Sa’ad menjawab, “Apakah dalam penggunaan air ada peluang berlaku boros?” “Ya, meskipun engkau berwudhu dalam air sungai yang sedang mengalir,” jawab Rasul (HR Ibnu Majah)
Hadis ini mendidik kita agar memiliki kesadaran dan manajemen ekosistem yang tinggi. Sebab, jika tidak pandai mengelola nikmat Allah, nikmat itu bisa berubah  menjadi malapetaka yang menyengsarakan.
Karena itu, pendidikan dan kesalehan lingkungan perlu dibudayakan sejak dini dan disosialisasikan kepada semua pihak dan instansi. Pendidikan lingkungan jangan hanya dijadikan wacana dan slogan kebijakan, tetapi perlu menjadi gerakan bersama, terutama dalam menghadap ancaman global warming.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kesalehan Lingkungan
Ditulis oleh Ponda Samarkandi
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://ponda-samarkand.blogspot.com/2013/04/kesalehan-lingkungan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
0 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dengan syarat di bawah ini akan dihapus, Demi kenyamanan kita bersama :

1. Menggunakan bahasa tidak beretika (Sara, Pornografi, Menyinggung)
2. Komentar menautkan link secara langsung
3. Komentar tidak berkaitan dengan artikel
4. Komentar Scam (Promosi Link)

Original design by Bamz | Copyright of Coretan Mahasiswa Kampung.

Mengenai Saya

Foto Saya
Saya seorang mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Jurusan Dakwah STAIN Palangka Raya. Saya bukan seorang penulis, tapi saya berusaha menjadi seorang penulis. Kata-kata motivasi saya:  "Kalau anda bukan anak raja, atau anak orang kaya, maka jadi lah penulis".

Pengikut

Recent Comment