-->

POCONG BERDAKWAH

Posted by Ponda Samarkandi Jumat, 01 Februari 2013 0 komentar



Di sebuah kampung yang jauh dari keramaian kota bernama SITU BALA. Di kampung itu dikenal seorang pemuda yang bernama PETAKA, dan orang-orang memanggilnya TAKA. Taka adalah seorang pemuda yang perasaan percaya diri yang tinggi. Taka mempunyai sahabat-sahabat yang baik baginya, tapi bagi masyarakat situ bala itu mereka adalah anak berandalan yang meresahkan masyarakat. Sahabat-sahabatnya itu iyalah Sibah, Badu, Gege dan Cika. Mereka menganggap diri mereka sebagai anak GAM ( Gerakan Anak Malam). Mereka berteman sejak mereka di lahirkan kedunia ini. Namun bukan saat bayi, karena mereka belumbisa berkomunikasi satu sama lainnya.

Taka ini orangnya tampan rupawan di antara sahabatnya kecuali Cika, karna Cika ini wanita, yang lumayan cantik untuk dimiliki. Cika sebenarnya menaruh perhatian berlebih pada Taka, namun Taka ini orangnya tak mudah membuka hati dan tidak mengerti apa maksud hati Cika. Apa lagi saat itu Taka sedang jatuh hati pada seorang wanita yang bernama ROSILA, ia wanita yang sangat cantik , yang menjadi rebutan para lelaki di Kampung SITU BALA.
Rosila tidak hanya berparas cantik, dia juga anak yang sangat pandai dan anak orang terpandang, sekaligus merupakan seorang pemuka di kampung itu, sehingga tidak mudah untuk Taka dan pemuda lainnya untuk mendapatkan cinta-Nya. Setelah sekian lama Taka melakukan pengejaran, akhirnya ia pun berhasil merebut hati Rosila. Namun seiring waktu berjalan, percintaan mereka terasa hambar karena mereka menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi. Suatu hari, Rosila merasa tidak tahan dengan keadaan ini, dia berkata pada taka, sampai kapan kita Bekstrit terus-menerus. Karena desakan Rosila itulah Taka-pun memberanikan dirinya untuk menemui ayah Rosila. Esok harinya pun taka berangkat ke rumah Rosila untuk menemui ayahnya, dan ia disambut dengan sorotan mata yang tajam, seakan ingin memangsa taka hidu-hidup. ketika taka dipersilah kan masuk dan ia duduk Taka pun mengatakan bahwa dia telah menjalin hubungan dengan Rosila dan ia ingin lanjut kehubungan yang lebih serius. Apa…. Apa kamu tidak salaha datang kesini ingin melamar anakku, dengan keadaan mu yang seperti itu. Ayah rosila menjawab dengan nada yang sangat tinggi. Kau ini sampah masyarakat, suka bikin onar, membuat masyarakat Situ bala tidak tenang, suka tauran. Apa kamu tidak sadar…. Aku tidak akan pernah meridhai anakku menikah dengan anak berandalan seperti kamu. Pergi kau dari sini……..! dan jangn pernah kau menemui anakku lagi.
Mendengar perkataan ayahnya, rosila pun keluar menemui ayahnya dengan aliran airmata yang membasah dipipinya. Rosila berkata!... kenapa ayah berbicara begitu dengan Taka yah… aku sangat cinta pada Taka yah… begitu juga dengan Taka, dia sangat mencintaiku yah… ayah-nya pun menjawab….! Ap….’ Orang seperti itu kau cintai…. Masuk…. Cepat kau masuk sana.. kaupun juga pergi sana… jangan injakkan kakimu lagi disini….
Taka pun merasa kecewa dan sakit hati pada orang tua Rosila yang tidak merestui hubungan mereka. Taka begitu terpukul dengan keadaan itu, susuah-susah dia mengejar cinta rosila, namun akhirnya hanya begini hasilnya, tidak biasa memiliki hati orang tua Rosila. Taka tidak ingin keadaan ini terus berlalu, segala cara telah dilakukanna agar orang tua Rosila mau menerimanya menjadi calon mantunya. Namun usaha itu tetap saja berakhir dengan penolakan.
Orang Tua Rosila menolak Taka sebagai calon mantu, tentu bukan tanpa alasan. Orang tua Rosila mengetahui siapa itu Taka dan bagai mana itu Taka. Orang tua Rosila tidak ingin anaknya terluka bila akhirnya nanti dia tau siapa Taka sebenarnya. Karena putrinya baru datang dari kota menuntut Ilmu, sehingga ia tidak tau keadaan Kampung SITU BALA, secara keseluruhan. Sejak kecil Rosila sudah berpisah dengan orang tuanya dan tinggal di kota dengan Nenek-Nya, yang hidup sendiririan. Rosila pulang kekampung pun tidak lama, dia hanya sebentar untuk menjenguk orang tuanya saja, sehingga orang-orang kampung yang ia tinggalkan tidak banyak ia kenal kecuali tetangga-tetangga sekitar rumahnya.
Demi menjaga perasaan Taka, sahabat-sahabat Taka: Badu, Sibah, Cika, dan Gege pun datang untuk menghibur-Nya, atas apa yang terjadi pada Taka agar Hatinya tidak berkemelut terus dalam kesedihan. Namun Cika disuatu sisi ia merasa senang, karena Taka tidak mendapat restu dari orangtua Rosila, sehingga ia memiliki kesempatan untuk merebut hati Taka lagi. Namun disuatu sisi Cika juga merasa sedih, karena Taka sahabatnya terus sedih dan selalu menyendiri. Malam itu mereka berkumpul di rumah Taka, dan mengajak-nya ketempat biasa mereka berkumpul. Mereka pun berangkat menuju tempat tongkrongn mereka.
Di tengah perjalanan, tepatnya di persimpangan jalan ALOT, Cika merasakan bulu kuduknya berdiri semua, apa lagi saat itu long-longan anjing yang semakin keras dan mengerikan yang mengiringi perjalanan mereka. Sibah, Gege dan Badu, tidak memperdulikan keadaan itu. Sedang taka bertanya pada Cika, ada apa Cika?..... Cika menjawab: Tidak ada apa!.... sambil mengaru malu, karena merasa diperhatikan oleh Taka. Tiba-tiba…..! a………….. Po….co…….ng……  Cika pun tergeletak pingsan di tanah. Dan teman temannya pun lari terkacir-kacir meninggalkan pocong dan Cika. Kecuali Taka yang tetap berdiam diri di samping Cika. Taka selain sifatnya yang keras dia juga sangant pemberani.
Pocong yang menampakkan diri dihadapannya, dia hampiri dan berkata: “ hei… pocong!.... untuk apa kau datang kepada kami dengan wajahmu yang sangat buruk itu, membuat takut teman-temanku, dan membuat temanku Cika pingsan”. Pergi kau!...... jangan tampakkan lagi wajah jelekmu itu…… pergi kau!.... Bila kau tak pergi kau akan merasakan derita yang tak akan terlupakan di alammu. Pocong menjawab, “apa yang akan kau lakukan padaku”???.... hihihiihhiihihi……… Tanpa basa basi, taka pun mulai komat-kamit mulut-nya.. membacakan ayat-demi ayat yang ia hafal dari Al-Qur’an, untuk mengusir pocong itu. (apa yang ku ucap kan itu percuma!...... walaupun habis isi Al-Qur’an itu kau bacakan) ujar Pocong. 1 jam berlalu, pocong tak beranjak pergi. Taka pun tak sanggup lagi untuk berucap, hingga mulutnya berbuih. Pocong berkata: “Sudahlah tak ada gunanya”… Taka pun berkat kau itu Pocong atau Pocong-pocongan.
Pocong pun menjawab: “ Kau ingin tau kenapa au tidak merasa kesakitan ketika kau bacakan aya-ayat tuhanmu itu padaku?”taka menjawab: (ia)… pocongpun menjelaskan kepada taka, kau membaca ayat-ayat tuhan itu sembarangan, tidak sesuai dengan kaidah-kaidah dalam membaca ayat al-qur’an, coba kau bacakan satu ayat untuk ku!!!!!!!!!!!!!!!...........{‘’’’’’’,,,./;;l’’’/}, nah itu saja sudah salah, bagaimana mungkin kau ingin mengusirku dengan bacaan yang seperti itu.  Tiap bacaan kau harus tau bagaimana bunyi dan hukum bacaan itu. Jadi bila kamu ingin mengusirku, benahi dulu bacaan mu itu. Jika kau sudah pandai membaca al-qur’an silahkan datang kepadaku.
Taka berkata, ia….. tapi aku sekarang ingin tau, kau ini hantu apa ustadzah sih????...... Dulunya ia, aku adalah seorang wanita yang ta’at ber agama pada Allah Swt, tiap saat kuhabiskan waktuku untuk membaca al-qur’an, dan mengajarkan ilmu yang kumiliki kepada masyarakat yang ingin belajar. Tidak seperti kamu……!!!....
Tapi kenapa kamu jadi Roh Gentayangan. Janan-jangan kamu dulunya lebih parah dari aku??..... (pocong), sembarangan….. aku jadi begini karena ketika dilaksanakan pemakamanku, orang-orang lupa untuk membukakan tali pocong ku. Kamu harus sadar apa sebenarnya yang kau rasakan, jangan ingin menang sendiri. Teruslah belajar untuk menuntut ilmu, karena di akhirat nanti akan ditanyakan untuk apa umurmu di dunia????............. dan aku minta tolong kepadamu, untuk melepaskan tali pocong ku ini, you understand.????....emh…. okelah kalo begeto……ujar taka.
Setelah kejadian itu, sikap Taka pun mulai berubah dan ia mulai rajin menuntu ilmu-ilmu agama. Dan ia tak lagi ingin merasa hebat, ia sekarang menjadi orang yang rendah hati dan lebih terbuka pada masyarakat  SITU BALA. Ia juga mengajak keempat temannya untuk mengikuti apa yang ia lakukan, dan nama perkumpulan merekapun berganti makna yaitu GAM (Gerakan Anak Muslim). Dengan perubahan itu, membuat seluruh masyarakt Situ Bala kaget dan heran, apa yang menjadikan Taka berubah?..... lebih lagi orang tua Rosila mulai merubah sikapnya pada Taka. Dan lebih dekat pada Taka.
Melihat keadaan ini, taka merasa bimbang, apakah kedekatan nya dengan orang tua Rosila ini biasa mendekatkannya kembali pada Rosila. Setiap malam ia termenung memikirkan keadaan ini, apakah ia harus mengatakan lagi apa yang pernah ia katak pada orang tua Rosila, bahwa ia ingi menjadi suami-Nya. Namun ia takut untuk mengatakannya, karena takut dikatakan sebagai alasan karena kedekatannya dengan ayah Rosila, sebagai alat pemulus jalannya menuju sebagai mantu yang direstui.
Akhirnya taka pun beranjak ketempat guru menuntut ilmu nya, ia pun menceritakan apa yang di rasakannya selama ini, bahwa ia ingin meminang anak Juragan Tanah, yang bernama Rosila. Maka di pintanyalah sang guru untuk mewakilinya meminang Rosila. Dengan perasaan yang gelisah, detak jantung tak beraturan, Taka dan gurunya pun berangkat kerumah Rosila. Sesampainya dirumah Rosila Taka dan gurunya disambut dengan ramah….silah kan masuk… dudukkk--- duduk---… ada apa yah tadz…???....
Saya datang kesini untuk menyampaikan amanat dari murid saya Taka, bahwasanya ia ingin meminang anak bapa sebagai istrinya, apakah bapa ibu bersedia????
Itu bukan kuasa kami, yang berhak memutuskan adalah anak saya Rosila. Taka kaget dan bingung dengan jawaban orang tua Rosila, yang berbeda dengan jawaban yang diberikan padanya waktu itu. Ayahnya pun memanggil  Rosila! Nak…ia yah ada apa yah????............ ini nak…. Taka iingin meminangmu menjadi istrinya, apa kamu mamau….. Rosila pun tertungguk malu… dan tersenyum. Bagai mana nak???????...... Rosila pun masih diam dan malu…. Lagi-lagi tersenyum….. gimana nak?...... akhirnya ia menganggukkan kepalanya….. taka pun langsung mengucap syukur pada Allah…..
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: POCONG BERDAKWAH
Ditulis oleh Ponda Samarkandi
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://ponda-samarkand.blogspot.com/2013/01/pocong-berdakwah.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
0 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dengan syarat di bawah ini akan dihapus, Demi kenyamanan kita bersama :

1. Menggunakan bahasa tidak beretika (Sara, Pornografi, Menyinggung)
2. Komentar menautkan link secara langsung
3. Komentar tidak berkaitan dengan artikel
4. Komentar Scam (Promosi Link)

Original design by Bamz | Copyright of Coretan Mahasiswa Kampung.

Mengenai Saya

Foto Saya
Saya seorang mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Jurusan Dakwah STAIN Palangka Raya. Saya bukan seorang penulis, tapi saya berusaha menjadi seorang penulis. Kata-kata motivasi saya:  "Kalau anda bukan anak raja, atau anak orang kaya, maka jadi lah penulis".

Pengikut

Recent Comment