-->

MEMBUT JUDUL BERITA

Posted by Unknown Kamis, 04 April 2013 0 komentar
Judul adalah identitas berita. Tanpa judul, berita sehebat apa pun tidak ada artinya. Judul berita sangat mendasar dilihat dari dua kepentingan. Pertama, bagi berita itu sendiri. Tanpa judul, ia adalah sesuatu yang anonym, abstrak, tak dikenal, sehingga tak akan bicara apa-apa. Ia tak mampu member pesan, padahal inti dari komunikasi adalah pesan. Kedua, bagi khalayak pembaca. Judul adalah pemicu daya tarik pertama bagi pembaca untuk membaca suatu berita atau justru segera melewati dan melupakannya. Judul berita merupakan komponen penting yang tak bisa kita tinggalkan.

Syarat-syarat judul berita yang baik:

1.    Provokatif, yakni judul yang kita buat harus bisa menarik minat dan antusias khalayak untuk membaca berita tersebut.
2.    Singkat/Padat, judul berita harus singkat dan padat. Kita lihat contoh judul berita di atas HMPS KPI PERTANYAKAN KINERJA JURUSAN DAKWAH. Judul teresbut mengandung unsur singkat dan padat.
3.    Relevan, yakni judul berita harus relevan dengan teras berita (lead berita). Judul berita yang baik adalah diambil dari teras berita.
4.    Fungsional, yakni judul berita harus mandiri, tidak bergantung pada kata yang lain serta memiliki arti yang tegas dan jelas.
5.    Formal, yakni judul berita harus menukik langsung kepada pokok permasalahan sekaligus menghindari basa-basi dan eufimisme yang tidak perlu. Judul tidak dibuat ambigu apalagi sampai mendua.
6.    Representatif, yakni judul berita harus mewakili dan mencerminkan isi dari teras berita.
7.    Merujuk pada bahasa baku, yakni judul berita harus sesuai dengan gramatikal bahasa Indonesia yang baik atau sesuai dengan EYD yang telah disempurnakan.
8.    Spesifik, yakni judul berita harus menggunakan kata-kata khusus bukan kata umum. Misalkan judul berita di atas, saya menggunakan kata HMPS KPI dan Jurusan Dakwah, kata tersebut merupakan kata khusus karena menunjuk pada salah satu prodi di Jurusan Dakwah. Kata yang bersifat umum dapat saya contohkan seperti ini, HMPS PERTANYAKAN KINERJA JURUSAN. Judul seperti ini sifatnya umum, orang akan bertanya-tanya, HMPS mana dan Jurusan mana yang sedang kita tulis.

Baca Selengkapnya ....

SPANDUK

Posted by Unknown Rabu, 03 April 2013 0 komentar


Baca Selengkapnya ....

PACAR SAMA SEPERTI ISTRI

Posted by Unknown 4 komentar


PACAR SEKALIGUS ISTRI
(Budaya Yang Menganggap Pacar Adalah Istri)
Oleh: Samarkand

Hubungan Suami Istri
Dewasa ini, seks bebas sudah menjalar ke seluruh lapisan masyarakat, dari abdi Negara, abdi masyarakat, dosen, guru, mahasiswa, siswa dan lain sebagainya sudah terjerumus ke dalam lembah nista yang paling menjijikan tersebut. Ironisnya wabah seks bebas sudah meracuni kalangan-kalangan mahasiswa Islam yang sejatinya adalah sebagai cendekiawan muslim. Tak terelakan lagi, wabah atau penyakit seks ini sudah tidak dianggap sesuatu yang tabu lagi, tapi sudah dianggap hal yang biasa.
Dalam kacamata agama, terjadinya seks bebas disebabkan iman yang lemah. Faktor iman memang sangatlah urgen dalam upaya menghindari seks bebas. Orang yang imannya kuat akan mampu menguasai hawa dan nafsunya kea rah yang berbau maksiat, terlebih seks bebas. Namun, dalam kacamata pribadi penulis, bahwa seks bebas bukan terjadi hanya karena lemahnya iman, tetapi juga faktor budaya pacar samadengan istri. Perspektif mereka bahwa pacar adalah sekaligus istri dalam menjalin tali percintaan. Inilah yang menjadi pondasi awal terjadinya hubungan seks bebas di kalangan mahasiswa Islam.
Budaya pacaran yang memiliki perspektif bahwa pacar adalah sekaligus istri ini akan membuat orang bebas dalam melakukan hubungan yang intim. Mengapa penulis mengatakan demikian? Karena melakukan hubungan seks dengan istri adalah sah dalam perspektif Islam. Jikalau hal ini diterapkan dalam menjalin percintaan, maka seks bebas akan terbuka lebar untuk dilakukan.
Penulis pernah bertanya kepada seorang teman, mau kemana? Mau ke tempat istri dulu, katanya. Istri di sini tidak lain adalah pacar. Jikalau orang sudah memiliki anggapan bahwa pacar adalah istri mereka, maka tidak menutup kemungkinan seks bebas akan kita lakukan. Budaya seperti ini seharusnya dibuang dan dimusnahkan oleh mereka yang menjalin hubungan percintaan, karena akan membawa dampak yang buruk bagi hubungan mereka sendiri, yaitu seks bebas.
Ada beberapa dampak yang akan ditimbulkan karena budaya pacar = istri, antara lain:
1.   Kita akan bebas melakukan apa saja dengan pacar
2.   Kita akan bebas mau tidur di tempat pacar
3.   Kita akan bebas bersentuhan dengan pacar
Dampak itulah yang menjadi pondasi awal terjadinya seks bebas. Dengan kita bebas tidur di tempat pacar, bersentuhan bebas, ciuman bebas, maka kemungkinan seks bebas terjadi sangat besar. Seks bebas itu terjadi karena adanya kesempatan untuk melakukannya.
Marilah kita buang jauh-jauh budaya yang menganggap bahwa pacar adalah istri kita, agar kita tidak terjerumus ke dalam lembah kenistaan dan kehinaan yakni seks bebas. Orang yang melakukan seks bebas akan dihinakan di dunia dan juga di akhirat. Mudah-mudahan Allah melindungi dan memberikan iman yang kuat agar kita tidak terjerumus pada seks bebas. والله اعلم

Baca Selengkapnya ....

Nasihat-nasihat untuk Para Pemimpin

Posted by Unknown Senin, 01 April 2013 0 komentar
Nasihat-nasihat untuk Para Pemimpin

        Sebagai pemimpin kita harus memperhatikan beberapa nasihat sebagai berikut:

  1. Jangan memberanikan diri melaksanakan tugas sebelum mempunyai ilmu yang cukup; gunakan telinga, mata, dan hati
  2. Tolaklah pekerjaan jika Anda merasa tidak mampu bertanggung jawab.
  3. Jika Anda memiliki kemampuan untuk memikul tanggung jawab sebuah tugas, ikutilah jalan yang lurus bersandar pada Al-Quran dan Hadis dalam merealisasikannya.
  4. Hindarkan kelengahan saat menjalankan tugas; jadikan diri Anda sendii yang mengingatkan jika lupa, yang menyeru kepada jalan yang lurus, teman yang selalu membantu menyelesaikan urusan, dan alat yang selalu mengingatkan.
  5. Bulatkan tekad Anda dalam merealisasikan tugas dan jangan berputus asa.

Baca Selengkapnya ....

Komik Saya

Posted by Unknown Jumat, 29 Maret 2013 0 komentar


Baca Selengkapnya ....

HMPS KPI PERTANYAKAN KINERJA JURUSAN DAKWAH

Posted by Unknown Senin, 11 Maret 2013 0 komentar


Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) KPI Jurusan Dakwah STAIN Palangka Raya mempertanyakan kinerja Jurusan Dakwah yang masih belum optimal terhitung setelah dilantiknya Ketua Jurusan baru pada 2012 silam. Ketua HMPS KPI Nor Hidayat menyatakan, berdasarkan masukan mahasiswa, hampir tidak ada kerja konkret Jurusan Dakwah dalam upaya pengembangan skill mahasiswa. Pernyataan itu disampaikan Nor Hidayat dalam jumpa pers di Kantor HMPS KPI, Palangka Raya, Sabtu (09/13).

“Kinerja Jurusan Dakwah sampai saat ini masih belum optimal dalam mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki mahasiswa. Selain itu, kinerja dosen Jurusan Dakwah pun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan mahasiswanya. Dosen terkadang tidak masuk untuk memberikan materi kuliah yang sudah dijadwalkan”, pungkasnya.

Menjawab pernyataan tersebut, Ketua Jurusan Dakwah Hakim Syah menyatakan, belum optimalnya kinerja Jurusan tersebut akibat kekurangan tenaga pengajar di Jurusan Dakwah. Selain itu, dosen juga sibuk melanjutkan studinya di luar kota. “Penyebab kurang optimal kinerja Jurusan dan Dosen dewasa ini adalah karena faktor kurangnya SDM dosen di Jurusan Dakwah serta sebagian dosen ada yang masih melanjutkan studi di luar daerah”, pungkasnya.

Menindaklanjuti kurang optimalnya kinerja Jurusan Dakwah, Hakim Syah sebagai Ketua Jurusan akan mengadakan rapat tertutup dosen yang akan diselenggarakan pada Rabu (13/13) mendatang. “Saya akan memperbaiki kinerja Jurusan dan dosen yang memang saat ini  masih belum optimal dan saya ucapkan terimakasih kepada Ketua HMPS yang telah memberikan kritik untuk perbaikan Jurusan ke depannya.

Baca Selengkapnya ....

KAJUR DAKWAH: SALAT HAJAT BERSAMA MAHASISWA

Posted by Unknown Jumat, 08 Maret 2013 0 komentar


KAJUR DAKWAH: SALAT HAJAT BERSAMA MAHASISWA


Paray city. Jurusan Dakwah STAIN Palangka Raya menggelar salat hajat bersama seluruh mahasiswa Dakwah setiap malam Jum’at di Laboratorium Dakwah. Acara salat hajat ini merupakan salah satu bentuk apresiasi Jurusan Dakwah dalam proses alih status STAIN menjadi IAIN. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Dakwah, Staf Jurusan, dan seluruh mahasiswa Jurusan Dakwah.

Ketua Jurusan Dakwah, Hakim Syah dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini adalah sebagai bentuk usaha yang dilakukan untuk menggerakkan hati para siswa SMA/MA/Sederajat agar masuk STAIN Palangka Raya, terlebih Jurusan Dakwah. “Ini merupakan usaha yang kami lakukan selain sosialisasi ke berbagai daerah dan sekolah yang ada di Palangka Raya. Saya berharap banyak siswa yang tergerak hatinya untuk masuk Jurusan Dakwah”, pungkasnya.

Selain itu, Ketua HMPS KPI, Nor Hidayat mengatakan bahwa salat hajat dan doa bersama ini dilakukan agar terjalin silaturrahmi antara mahasiswa dakwah dan juga dengan harapan agar Allah menggerakkan hati para siswa agar masuk Jurusan Dakwah. “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, silaturrahmi dan kebersamaan mahasiswa Jurusan Dakwah terjalin dengan baik dan pada tahun ini banyak siswa yang masuk Jurusan Dakwah”, ungkapnya.

Baca Selengkapnya ....
Original design by Bamz | Copyright of Coretan Mahasiswa Kampung.

Pengikut

Recent Comment